Sunday, October 26, 2014

CRITICAL THINKING, LOGIC, AND FALLACIES

Apa itu Berpikir Kritis ?
Apa yang dimaksud berpikir kritis itu ?
      Menurut teori, berpikir kritis adalah proses mental untuk menganalisis atau mengevaluasi informasi. Informasi tersebut dapat didapatkan dari hasil pengamatan, pengalaman, akal sehat atau komunikasi. Belajar untuk berpikir kritis berarti menggunakan proses-proses mental, seperti memperhatikan, mengkategorikan, seleksi, dan menilai/memutuskan.
       Seorang yang berpikir kritis, dalam menanggapai sesuatu, dalam benaknya selalu ada pertanyaan “kenapa ?” atau bisa juga “bagaimana bisa ?” atau “bagaimana anda tahu?”. Dan untuk mengurangi pemihakan, beberapa cara harus dilakukan jika seseorang ingin berpikir kritis. Jangan tanyakan “Bagaimana hal ini bertentangan dengan pendapat saya?”, tapi tanyakanlah “Apa artinya ini?”
      Kemampuan dalam berpikir kritis memberikan arahan yang tepat dalam berpikir dan bekerja, dan membantu dalam menentukan keterkaitan sesuatu dengan yang lainnya dengan lebih akurat. Oleh sebab itu kemampuan berpikir kritis sangat dibutuhkan dalam pemecahan masalah / pencarian solusi, dan pengelolaan proyek.Pengembangan kemampuan berpikir kritis merupakan integrasi beberapa bagian pengembangan kemampuan, seperti pengamatan (observasi), analisis, penalaran, penilaian, pengambilan keputusan, dan persuasi. Semakin baik pengembangan kemampuan-kemampuan ini, maka kita akan semakin dapat mengatasi masalah-masalah/proyek komplek dan dengan hasil yang memuaskan.
Berikut adalah contoh-contoh kemampuan berpikir kritis, misalnya
1.     membanding dan membedakan,
2.     membuat kategori,
3.     meneliti bagian-bagian kecil dan keseluruhan,
4.     menerangkan sebab,
5.     membuat sekuen / urutan,
6.     menentukan sumber yang dipercayai, dan
7.     membuat ramalan.
      Tentunya berpikir kritis tidak menjamin seseorang akan mencapai kesimpulan yang tepat. Pertama, ada kemungkinan seseorang tidak memiliki seluruh informasi yang relevan. Informasi yang penting mungkin belum ditemukan atau informasi tersebut mungkin tidak akan dapat ditemukan. Kedua, pemihakan (bias) dari seseorang dapat saja menghalangi pengumpulan dan penilaian informasi secara efektif.
Kesimpulan 
     Janganlah membuat asumsi secara berlebihan, dengan kata lain: jangan memperumit masalah anda. Berpikir kritis adalah sebuah proses yang tidak akan selesai. Seseorang dapat mencapai sebuah kesimpulan tentatif berdasarkan evaluasi dari informasi yang ada. Tetapi, jika ada informasi baru yang ditemukan maka proses evaluasi harus dijalankan kembali.
Logic
  • Logika juga merupakan suatu aktivitas pikiran yang pada awalnya dapat dimulai melalui pengalaman indera atau observasi empiris sehingga terjadi pembentukan pengertian  tepat tidaknya pengertian itu tergantung dari tepat tidaknya cara melakukan observasi empirik, masalah indera bukan masalah pikiran. Pengertian sebagai istilah berarti suatu metode / teknik yang diciptakanuntuk meneliti ketepatan penilaian.
Fallacies :


Kekeliruan adalah sikap yang ditunjukan atau pernyataan yang dibuat oleh seseorang saat sikap atau pernyataan tersebut memiliki alasan yang tidak benar. Kekeliruan juga sering disebut salah dimana istilah ini merujuk dalam konsep dalam hukum, etika dan ilmu pengetahuan.

Ada beberapa jenis kekeliruan umum :
Ad hominem dimana yang diserang adalah orangnya dan bukan mengarah pada masalah.
Mengindahkan pernyataan dimana alasan yang diberikan tidak memiliki hubungan dengan masalah yang di diskusikan.
Nonsequiter dimana kesimpulan yang diambil (bantahan) tidak berdasarkan premis.

No comments:

Post a Comment